Penelitian, Rekayasa Sosial, Konservasi Lingkungan dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Berikut ini beberapa inisiatif  Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan juga rekayasa sosial  yang pernah dilakukan:

  • 2004. Inisiatif memfasilitasi tokoh 33 Pesantren untuk membahas Fikih Lingkungan bekerjasama dengan INFORM dan Conservation International Indonesia, sehingga terbitlah dokumen Proceeding Fiqh Al Biah (Fikih Lingkungan) Pdf
  • 2005. Bekerjasama dengan lima pesantren di Jawa Barat dalam  rangka penghijauan lahan pesantren dan sekaligus penyadaran tentang lingkungan. Proyek ini dilaksanakan dalam jangka satu tahun dengan berbagai rangkaian, antara lain Penerbitan Buku Pertama saya: Konservasi Alam Dalam Islam pada 2005 laporan dapat di down load disini (Islamic Boarding School and Conservation  (Pdf), Laporan lengkap dari Bank Dunia tentang kegiatan ini dapat dilihat disini: Faiths and Environment (The Worlad Bank Project, 2000-2005) (Pdf)
  • 2010-2012.Bersama mitra dari Fauna dan Flora International (FFI) dan University of Kent,UK kami menginisiasi proyek yang menghubungkan antara kearifan tradisional dan adat di Sumatera Barat dengan Islam. Dari proyek ini juga dihasilkan 3 mahasiswa lokal untuk melanjutkan S2 mereka di Universitas Negeri Padang. Kami juga menulis di Jurnal Internatioal: Oryx dan Journal Worldview tentang kegiatan ini. Laporan dan profile lengkap dapat dilihat disini: Integrating religion within conservation: Islamic beliefs and Sumatran forest management.
    DICE, University of Kent UK
  • 2008-2013. Rufford Small Grant memberikan hibah kepada individual yang aktif berkampanye lingkungan dan mengabdi kepada masyarakat. Fokus saya adalah membina pesantren sebagai contoh pengamalan ajaran Islam tentang konservasi alam. Telah terbentuk kawasan konservasi harim zone di Pesantren Daarul Ulum Lido, Bogor sebagai tempat pengamatan satwa, praktekum biologi sekaligus resapan air di bantaran sungai. Kegiatan proyek ini dapat di lihat di sini : Introducing Hima and Harim System in Indonesia.
  • Tahun 2012,  bersama Dr Husna Ahmad, dari Global One,UK menulis Buku Haji Ramah Lingkungan (Green Hajj) yang kemudian dalam versi Indonesia direkayasa menjadi Green Hajj Apps yang dapat digunakan oleh jamaah haji dan Umrah Indonesia dan negeri Muslim lainnya agar menjadi perduli terhadap lingkungan. Program ini diluncurkan juga bersama dengan Alliance of Religions and Conservation (ARC) UK (Lihat: Surat Pengakuan, letters of appreciation, the green hajj appreciation)
  • 2013- 2016. Menggagas permohonan permintaan Fatwa Satwa Langka kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengkoordinir Kementerian Kehutanan Dir Konservasi Keanekaragaman Hayati, LSM Konservasi Lingkungan, seperti WWF, HarimauKita, Alliance of Religions Conservation (ARC), dan Pusat Pengajian Islam di Universitas Nasional dan menggalang pendanaan untuk kegiatan ini dalam sosialisai fatwa dalam jangka panjang. Atas inisiatif ini, maka MUI mengeluarkan Fatwa No 4 2013, Fatwa Perlindungan Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem.
  • Pada tahun 2015, bersama tokoh Islam Indonesia Prof  Din Syamsuddin, diundang dalam peluncuran, Bristol Faith Commitment for SDGs. Berkontribusi dalam pembuatan komitmen Indonesia untuk SDGs
  • Pada Desember 2017, diundang oleh UNEP untuk berkontribusi mempresentasikan pembelajaran tentang pelibatan agama dalam gerakan lingkungan khususnya Islam dalam strategic meeting: UN environment strategy for engaging with faith-based organizations (Report here)   yang kemudian melahirkan  UN Environment strategy on strengthening the role of Faith-Based organizations. (Download the Strategy Pdf). 
  • Pada 2019, dikarenakan pengalamannya, dia diminta sebagai lead writer bersama dengan Professor Ibrahim Ozdemier,  membuat dokumen teknokratik, bertajuk:  “The Strategy for the Activation of Cultural and Religious Factors in the Protection of the Environment and Sustainable Development”, dokumen ini diadopsi oleh 57 negara Islam yang bersidang di Rabat, Marocco, pada 2-3 Oktober 2019

LIHAT JUGA: PETA  JALAN PENELITIAN

  • 2017 –  Meneliti kearifan budaya lokal untuk konservasi lingkungan hidup dan mengusulkan lubuk larangan, hutan nagari, hutan adat sebagai bagian upaya konservasi alam dalam Symposium International yang di gagas: The Delos Initiative Fourth Workshop, Sacred Natural Sites with a Primary Focus on Islam. The Delos Initiative merupakan bagian dari organisasi konservasi dunia  atau IUCN (International Union for the Conservation of Nature, World Commission of Protected Areas (WCPA) dan beroperasi dibawah kerangka  Specialist Group on Cultural and Spiritual Values of Protected Areas (CSVPA SG). Simposium ini  dihadiri oleh 12 negara yang memiliki kaitan tradisi konservasi terkait dengan Islam. Lihat berita selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *